Red Purple Black
Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com
banner
banner
banner
banner

Bupati: Lima Tahun Kita Priotaskan Infrastruktur

Fakfak, lenterapapuabarat.com (17/2/2013) - Bupati Fakfak, Drs. Mohammad Uswanas, M.Si, mengatakan bahwa lima tahun kepemimpinannya mempriotaskan pembangunan Infrastruktur diantaranya pembangunan ruas jalan dalam kota dan ruas jalan antar Distrik diwilayah Kabupaten Fakfak. “Saya bersama wakil Bupati dalam kurun waktu lima tahun akan mempriotaskan infrastruktur, diantaranya…

Pegawai Kemenag Kabsor Akhirnya Tempati Kantor Baru

Sorong, lenterapapuabarat.com (14/2/2013) - Kantor Kementrian Agama (Kemenag) Kabupaten Sorong akhirnya memiliki gedung kantor yang cukup representatif di wilayah Kabupaten Sorong tepatnya di kelurahan Malawele Distrik Aimas dalam rangka peningkatan pelayanan kepada masyarakat kabupaten Sorong. Kamis (14/2/2013) Kakawil Kemenag Provinsi Papua Barat Yuliana Leong, M.Th…

Penerimaan Polri dilakukan Online

Sorong, lenterapapuabarat.com (14/2/2013) - Terkait dengan penerimaan anggota Kepolisian Republik Indonesia (Polri) tahun 2013, untuk menyukseskannya pihak Polres Sorong memasang pemberitahuan spanduk agar masyarakat dapat mengetahui dan dapat melakukan pendaftaran. “Dalam rangka menyukseskan penerimaan sekolah Brigadir dan Tamtama Polri tahun 2013, Polres Sorong memasang spanduk…

Pemda, TNI/Polri Rakor Perdana Sambut Peringatan Kembalinya Irian Barat Ke Pangkuan NKRI

Sorong, lenterapapuabarat.com (29/1/2013) - Bertempat di Ruang Pola Kantor Bupati Sorong telah dilaksanakan rapat koordinasi perdana terkait rencana kegiatan peringatan kembalinya Irian Barat ke pangkuan NKRI yang ke 50 yang diikuti oleh satuan TNI/Polri dan Pemda. Dari rapat koordinasi yang dipimpin oleh Wakil Bupati Sorong,…

You are here: Home Pariwisata
Pariwisata

Tiga Buah Tiang Lampu, Bakal Dipasang Pada Café Tembok Berlin Kota Sorong

PDFPrintE-mail

Last Updated on Tuesday, 12 February 2013 16:08 Written by lentera1 Tuesday, 12 February 2013 16:04

Sorong, lenterapapuabarat.com (12/2/2013) - Menyikapi sidak Walikota Sorong Drs. Ec Lambert Jitmau MM, usai dilantik menjadi orang nomor satu di kota Sorong, adalah sidak pada ke café-café yang ada di sepanjang Tembok Berlin dan pada saat itu para pemilik cafe dihimbau untuk memasangan penerangan disetiap café yang ada. Dengan tujuan memberikan kenyamanan terhadap pengunjung dan tidak menimbulkan kesan negatif. Pada daerah Tembok Berlin sudah harus ada area publik, sehingga masyarakat dapat menikmati alam yang ada di pantai. Selain itu juga langkah yang telah dibuat untuk menerangai tempat berjualan dalam artian café dimana pihaknya sudah membuat surat, mengusulkan kepada PLN agar menempatkan lampu pada daerah tersebut.

“Saat ini kita lagi proses dan mungkin ada 3 tiang meteran lampu. Untuk menerangi café- café yang ada di Tembok Berlin. Nanti mereka akan bayar langsung ke PLN, meteran yang dipakai adalah meteran pra bayar. Sementara ini sudah diproses oleh PLN,” Kata Kasatpol PP Pemkot Sorong. Lebih lanjut, soal pemasangan meteran dan tiang lampu akan diatur secara teknis oleh PLN dan yang terutama adalah dari pihak pemkot membantu mengarahkan kepada PLN dalam pemasangan meteran lampu nantinya.

Diterangkannya juga meteran lampu yang akan dipasang pada café- café depan Tembok Berlin tepatnya di depan Hotel Tulip sampai dengan didepan kantor Mako Pomal Sorong. “ Karena daerah itu yang kerap kali gelap dan kita tahu banyak penyakit masyarakat yang timbul. Kita akan tetap melakukan kerjasama dengan PLN dan pihak- pihak terkait seperti Kepolisian, Pomal dan Koramil. Untuk tertibnya daerah di Tembok Berlin,” Pukasnya. (LTR-06)

 

 

Pantai Tembok Berlin Perlu Perhatian Khusus

PDFPrintE-mail

Last Updated on Friday, 16 November 2012 15:18 Written by lentera1 Friday, 16 November 2012 14:42

Sorong, lenterapapuabarat.com (16/11/2012) - Pantai Tembok Berlin yang menjadi lokasi wisata andalan warga Kota Sorong, kini perlu perhatian khusus dalam rangka menata kembali pantai tersebut kerena masyarakat yang akan berwisata ke tempat tersebut mulai dipusingkan dengan menumpuknya sampah di sepanjang pantai sehingga merusak pemadangan pantai dimana sebelumnya terlihat hamparan pasir pantai, namun saat ini warga harus di suguhi dengan sampah yang berserakan di sepanjang pantai.

Abner Korwa selaku pemerhati lingkungan di Kota Sorong mengatakan, “Pantai Tembok Berlin sekarang mulai mengalami perubahan kearah perusakan lingkungan. dan sampah-sampah yang menumpuk di sepanjang pantai menjadi bahan renungan kita bersama.” Ujar Korwa sembari mengingat keindahan Pantai Tembok Berlin tempo dulu yang menurutnya sangat eksotik dan bersih dari bahaya serangan sampah.

Untuk mengatasi masalah sampah yang selalu menumpuk di sepanjang pantai, dirinya mengajak kepada seluruh stakeholder di Sorong baik dari pemerintah, LSM, maupun Warga Sorong harus memiliki kesadaran lingkungan dengan melakukan aktivitas kebersihan disepanjang Pantai Tembok Berlin serta tidak membuang sampah sembarangan sehingga pantai akan terlihat indah. Korwa menghimbau khususnya bagi pihak Pemkot Sorong agar serius menangani permasalahan sampah yang selalu menumpuk di sepanjang Pantai Tembok Berlin. “Jika pantai tersebut bebas dari sampah dan ditata kembali keindahan pantai, niscaya dapat menjadikan Pantai Tembok Berlin menjadi tujuan wisata pantai yang menarik bagi wisatawan baik domestik maupun mancanegara” ujar Korwa. (LTR-07)

 

 

Festival Bahari Raja Ampat Tampil Beda

PDFPrintE-mail

Last Updated on Wednesday, 17 October 2012 06:51 Written by lentera1 Wednesday, 17 October 2012 06:41

Raja Ampat, Lenterapapuabarat.com (17/10/2012) - Siapa yang tidak tahu tentang Raja Ampat,eksotis pemandangan bawah lautnya membuat para penikmat olah raga bawah laut harus berkunjung kesana untuk merasakan indahnya terumbu karang dan sejumlah bioata laut yang cantik dan menawan. Para pecinta diving di seluruh dunia memang cukup terpesona dengan keindahan alam bawah laut di kawasan Raja Ampat yang merupakan surganya sejumlah ikan seperti ikan pari yang berukuran besar yang dikenal dengan Pari Manta.

Pemerintah kabupaten Raja Ampat sangat konsen dalam mengkampanyekan kekayaan daerahnya dari sektor parawisata, guna lebih mempromosikan keindahan alam laut pemerintah Kabupaten Ra ja Ampat melakukan kegiatan tahunan dengan membuat festival bahari yang menampilkan kegiatan wisata bahari di Raja Ampat. Festival Raja Ampat tahun ini rencananya akan di laksankan pada tanggal 18-21 Oktober 2012. panitia pelaksana menampilkan sejumlah agenda  festival raja tahun ini dikemas lebih beda dan menarik.

Petrus Rabu.S.Fil, kabag humas pemda Raja Ampat saat di konfirmasi menyampaikan saat ini panitia sudah siap menjamu para tamu-tamu yang akan datang menikmati keindahan alam Raja Ampat lewat festival bahari Raja Ampat. Petrus juga menegaskan festival bahari kali ini cukup menampilkan kegiatan yang berdeda, para wisatawan asing mau pun domestik yang datang berkunjung di festival bahari akan dimanjakan dengan suguhan pentas seni asli kesenian masyarakat Raja Ampat, selain pentas seni yang akan berlangsung selama festival bahari, wisata kuliner yang menjajakan makanan khas Raja Ampat pula disuguhkan di kawasan pantai WTC (Waisai Tercinta), lebih lanjut Petrus mengatakan selain kegiatan yang mengangkat kearifan lokal Raja Ampat, akan dilakukan lomba foto bagi para pecinta Fotografi.

Pemda Raja Ampat berharap dengan dilakukan event festival bahari ini berharap agar potensi wisata bahari di wilayah Raja Ampat dapat dikenal luas ke suluruh dunia. (LTR-07)

 

 
 

DPR PB Alokasikan Dana untuk Sail Raja Ampat

PDFPrintE-mail

Last Updated on Thursday, 04 October 2012 14:00 Written by lentera1 Thursday, 04 October 2012 13:59

Manokwari, lenterapapuabarat.com (4/10/2012) - DPR Papua Barat mendukung penuh pelaksanaan sail Raja Ampat yang dijadwalkan digelar tahun 2014 mendatang. Konkretnya, beberapa waktu lalu, Komisi B telah turun langsung ke kabupaten Raja Ampat untuk berkoordinasi dengan pemerintah daerah setempat soal anggaran yang dibutuhkan.

“Saya baru tanda tangan surat perjalanan dinas Komisi B untuk melihat kesiapan seal Raja-Ampat,” kata Ketua DPR PB Yohan Yosep Auri, selesai menerima laporan lisan anggota DPR PB yang baru kembali dari reses, Rabu (3/10) di ruang kerjanya.

Menurut Auri, selama berada di Raja-Ampat sejumlah anggota komisi B melakukan korscek terkait kesiapan fasilitas yang diperlukan untuk mendukung pelaksaan perhelatan akbar tersebut. Pasalnya, acara yang prestisiu itu akan melibatkan sejumlah negara asing. ”Ini Pemprov Papua Barat sebagai tuan rumah dan Pemda Raja-Ampat sehingga kita harus mendukung dan menganggarkanya pada APBD 2013 sehingga kesiapannya bisa maksimal,” ujar dia.

Diakatakan, ivent penting ini, selain menjaga citra Raja-Ampat sebagai daerah tujuan Pariwisata bawah Laut juga, harus memberikan manfaat terutama kepada masyarakat lokal yang merupakan bagian terpenting. Itu bisa dilakukan dengan cara memberdayakan masyarakat setempat terlibat langsung mempersiapkan fasilitas yang dibutuhkan seperti  home stay yang disediakan untuk para perserta.

“ Masyarakat setempat dapat kita bantu untuk membuat home stay yang layak sehingga peserta tidak perlu tinggal di Hotel atau penginapan yang baru di bangun. Ini dalam rangka memberdayakan  ekonomi masyarakat setempat,” ujar Auri lagi.(LTR – 01)

 

 

Meneg PP dan PA Buka Pameran Kerajinan Perempuan Papua

PDFPrintE-mail

Last Updated on Sunday, 29 July 2012 20:14 Written by lentera1 Friday, 27 July 2012 00:41

Manokwari, lenterapapuabarat.com (26/07/2012)- Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Meneg PP dan PA), Linda Gumelar membuka Pameran Kerajinan Perempuan Asli Papua yang dipusatkan di kompleks kantor Kwartir Daerah Provinsi Papua Barat,Kamis (26/7). Meneg PP dan PA mengatakan lewat pameran yang dilaksanakan secara rutin diharapkan dapat menumbuhkan kemampuan perempuan asli Papua dalam perannya meningkatkan kesejahteraan.

‘’Ini merupakan semangat dari MRPB untuk memperdayakan perempuan asli Papua.Ini satu langkah sangat baik dan diteruskan,’’ ujar Meneg PP dan PA ketika buka pameran, siang tadi. Pameran kerajinan perempuan asli Papua yang dilaksanakan Pokja (kelompok kerja) Perempuan MRPB (Majelis Rakyat Papua Provinsi Papua Barat) ini dirangkaikan dengan kegiatan Dialog Eksklusif dengan menghadirkan sejumlah pembicara,Meneg PP dan PA, Kepala UP4B, Gubernur Papua Barat, Ketua MRPB dan lainnya.

Diawal sambutannya, Meneg PP dan PA menyampaikan pesan dari Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dan Ibu Negara Ani Yudhoyono untuk mama-mama Papua. ‘’Sebetulnya,hari ini saya ada sidang kabinet, tapi karena ada acara ini (pembukaan  pameran), saya diizinkan oleh Bapak Presiden untuk bertemu mama-mama tercinta dan Beliau  (presiden) menyampaikan pesan agar mama-mama tetap semangat,’’ imbuhnya. Ia menyampaikan ucapan terima kasih atas penyambutan mulai dari bandara. Pertunjukkan tari ular dan tari adat lainnya saat penyambutan di bandara cukup memikat hati Meneg PP dan PA ini. ’’Saya juga mendengar bahwa yang hadir di sini (pameran) datang dari kabupaten/kota se Provinsi Papua Barat,ini luar biasa dan jumlahnya membengkak,’’ tandas Linda Gumelar.

Dikatakan Meneg PP dan PA,dengan adanya UU Nomor 21 Tahun 2001 tentang Otonomi Khusus bagi Provinsi Papua dan Papua Barat telah membuka untuk pemberdayaan termasuk perempuan asli Papua. Pemerintah sangat menaruh perhatian penuh bagi percepatan pembagunan di tanah Papua dengan hadirnya UP4B.  Menurutnya kalau berbicara kesetaraan gender, ada semua sektor, pendidikan, kesehatan, ketenagakerjaaan, ekonomi, perdagangan dan lainnya. Kemeneg PP dan  PA melakukan koordinasi dengan kementerian terkait, lembaga, provinsi, dan memonitoring dan evaluasi terkait dengan pemberdayaan perempuan dan perlindungan anak.

‘’Pembangunan dana berjalan baik bila dapat melaksanakan kesetaraan gender,ada keadilan antara laki-laki dan perempuan dalam pembangunan. Untuk menjadikan perempuan berkualitas maka ditingkatkan pendidikan,kesehatan,pemberdayaan ekonomi,’’ tandasnya. Kegiatan pameran kerajinan tangan perempuan asli Papua lanjut Linda Gumelar merupakan salah satu dari upaya peningkatan pemberdayaan ekonomi. Namun demikian,yang perlu diperhatian adalah pendidikan dan kesehatan perempuan.

Gubernur Papua Barat diwakili Sekda, Ir. M.L Rumadas, MSi juga ikut memberi apresiasi pameran kerajinan perempuan asli Papua ini. ‘’Kegiatan pameran ini dapat meningkatkan harkat dan martabat kaum perempuan di Provinsi Papua Barat. Peningkatan ekonomi kerakyatan menjadi perhatian kita semua,’’ ujarnya. Dikatakan Sekda,semua pihak harus memikirkan berbaikan nasib perempuan. Potret buram perempuan Papua yang berjualan di pinggir jalan dan hanya beratap seadanya mesti menjadi perhatiaan. ‘’Perempuan perempuan sering harus bergulat dengan kondisi yang sangat mengkuatirkan seperti berjualan di terminal,emperan toko.Kondisi ini harus segara diatasi,’’ tukasnya.

Sementara itu, Ketua Panitia Dialog Eksklusif dan Pameran Kerajinan Perempuan Papua, Nelly Nelcy Kambu  menyatakan, kegiatan pameran sebagai media provinsi potensi yang dimiliki perempuan asli Papua. Selama ini cukup banyak karya namun kurang mendapat perhatian,sehingga lewat pameran dapat membuka kesempatan bagi perempuan untuk menampilkan karya. Kegiatan dialog dan pameran dibiayai oleh Meneg PP dan PA, UP4B, Pemprov Papua Barat dan MRPB. Pameran menghadirkan wakil dari 10 kabupaten dan 1 kota serta kelompok perempuan lainnya.’’Juga diharapkan, akan mendorong pemerintah dapat membangun pasar yang baik bagi perempuan asli Papua,’’ tegasnya.(LTR-03)

 
 

Page 1 of 3

Video

Joomla Templates and Joomla Extensions by JoomlaVision.Com